Suatu hari disekolah favorit di pekanbaru.Seorang guru ingin melaksanakan ulangan matematika. Namun guru tersebut lupa materi yang akan diberikan kepada murid-murid nya:
Pak Candra :"Pagi ini cerah sekali, saya akan melaksanakan ulangan yang telah saya janjikan diminggu-minggu kemarin,Ketua kelas tolong siapkan".
Jihan :"Baik pak,Siap grak,Berdo’a mulai,Berdo’a selesai,Beri salam".
Jihan,Anwar,Mail :"Assalamu’alaikum Wr.Wb".
Pak Candra :"Waalaikum sallam Wr.Wb."
Anwar :"Pak,saya mau nanya(sambil mengangkat tangan),ulangan nya materi nya apa pak?"(sambil memegang kepala karena bingung)
Jihan :"Iya pak,saya juga lupa karena bapak telah menjanjikan ulangan ini dari minggu-minggu sebelumnya."
Pak Candra :"Tunggu sebentar,materinya kalau gak salah ada ditas bapak"
Mail:"Iya pak."
Setelah cukup lama memeriksa tasnya.pak guru pun baru sadar kalau materi yang akan diberikan tertnggal dimejanya yang berada dikantor guru.
Pak Candra:"bapak minta maaf karena materi yang diberikan tertinggal dimeja bapak yang berada dikantor guru. Bapak permisi dulu bapak mau mengambil materi tersebut"(sambil berjala keluar)
Anwar,Mail,Jihan:"Iya pak" (bersama-sama)
Anwar :"Han,aku ingat materi yang akan bapak tersebut berikan kepada kita"
Jihan :"Apa War ?"
Anwar : "materinya tentang barisan dan deret geometri"
Jihan :"Oh iya,aku baru ingat.Kau ingat rumus-rumusnya war?"
Anwar : "Nggak,Kau ?"
Jihan :"Sama juga aku nggak ingat,tu gimana war ?"
Anwar :"Kita buat contekan aja yuk han"
Jihan :"Ayuklah"
Jihan dan Anwar pun membuat contekan yang berisikan rumus-rumus yang akan mereka lihat jika mereka tidak mengetahui jawaban terhadap soal-soal yang akan diberikan oleh pak guru. Namun ada seorang murid yang tidak membuat contekan yang bernama Mail.Mail hanya melihat dan kemudian menasehati mereka berdua.
Mail :"Apa yang telah kau perbuat war ?"
Anwar :"Aku dan Jihan hanya membuat contekan yang berisikan rumus-rumus.Emangnya kenapa ?"
Mail :"Ya nggak ada,itu kan tidak diperbolehkan oleh pak guru"
Anwar :"Kau diam ajalah.Jangan urusin urusan kami.Kau duduk tenang aja ditempat kau"
Mail-pun diam saja terhadap sikap Anwar dan Jihan.Setelah cukup lama membuat jimat,pak guru pun datang. Anwar dan Jihan langsung menyimpan contekan tersebut dan kemudian pak guru pun langsung membagikan soal-soal kepada murid-muridnya.
Pak Candra :"Simpan hal-hal yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika ini.Yang ada hanya kertas dan alat tulis yang ada dimeja kalian masing-masing"
Mail,Jihan,Anwar :”Ya pak”
Ujianpun dimulai.Pak gurupun langsung mengawasi mereka dengan sangat ketat.
Anwar :"Han,nomor 4 ni kayak mana jawabannya war ?" (sambil berbisik-bisik)
Jihan :"Aku pun ngak tau .Tu gimana war ?"
Anwar :"Aku lihat contekan dulu,nanti aku kasih tau kau"
Jihan:"ya war"
Anwar pun melihat jihan yang telah ia buat tadi sebelum ulangan dimulai.Namun ada hambatan ketika anwar ingin melihat contekan yang ia miliki.
Anwar:"Ya allah kenapa contekan tersebut bisa jatuh"(sambil ketakutan)
Pak guru pun langsung melihat kertas tersebut jatuh langsung dari kantong Anwar.Pak guru pun bertanya kepada Anwar.
Pak Candra:"kertas apa yang telah jatuh dari kantong mu Anwar?"
Anwar:"anu pak,itu sampah yang saya simpan dari tadi"(sambil ketakutan)
Pak Candra:"buang sampah mu itu Anwar"
Anwar:"iya pak saya permisi dulu"
Setelah membuang sampah contekan ,Anwar pun kembali kekelas
Jihan:"gimana nih war,bapak guru selalu mengawasi kita."
Anwar:"iya nih han gimana nasib kita"
Mail pun langsung memotong pembicaraan mereka
Mail:"Kebohongan yang ingin kalian berdua perbuat telah dipersulit oleh Allah SWT,segerahlah kalian berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT."
Anwar,Jihan:"Ya kami salah dan kami akan segera bertobat memohon ampun ampun kepada Allah SWT.
Tanpa terasa sesi ulangan pun selesai.Anwar dan Jihan hanya mengisi yang ia tahu.Namun Mail bisa mengisi semua soal tanpa kesulitan.
0 komentar:
Posting Komentar